Jumat, 2009 Februari 13

Mas, Minta Bill..

Kamis 12 Feb 09..

Gw, Fadhil, Haykal, Ciko, Bang Qui, serta 2 anak 2008 makan di Sate H. Giyo, By Pass
nih sate sama tongsengnya BUSET DAH! gw demen bgt.. lemaaaaknyaaaaaa.. beeeuuuh..
bikin lupa atherosclerosis sejenak.. mungkin lokasinya sengaja di daerah By Pass, biar orang yang makan inget "by pass".. tapi tetep aja.. MAKAAAAN!! Klo kata ciko, si H. Giyo ini membuka usaha pembunuhan massal, BAYAR LAGI!

selesai makan..

Fadhil: "Mas, Minta Bill-nya.."
Mas-mas: "Iya mas.."

beberapa detik kemudian..

Mas-mas: *dateng sambil bawa rokok A Mild* "Ini mas Mil-nya"
Fadhil: "......"






Minggu, 2008 Oktober 12

TECHNICAL MEETING DEKAN CUP 2009: Dalam Pandangan Geblek Saya

Sebelum saya tulis, mugkin ada yang berkomentar:

T: Ngapain sih ditulis di tempat umum? Kalao angkatan lain baca gimana?
J: Lha, TM-DC kmaren juga di depan semua angkatan, kok protes kalo gw tulis di tempat umum juga?

T: Kan ga enak kalo dibaca orang non-FK!
J: Apa urusannya? belum tentu mereka tau apa itu DC.

T: Maunya apa sih nulis kayak ginian?
J: Ini namanya juga blog, kalo ga suka ya tinggal “Alt+F4” atau “Comand/Apple+W”. Kok repot?

Dan, sebelum protes. Saya mau menegaskan bahwa ini MURNI semua PANDANGAN SAYA PRIBADI.
---------------------
Sebelumnya (lagi?), saya mau minta maaf dulu buat semua publik bahwa angkatan FKUI 2006 memang kurang becus dalam menangani angkatannya sendiri sehingga Dekan Cup 2008 tidak berjalan sesuai rencana dan tidak menyenangkan beberapa pihak.

Saya meminta maaf kepada angkatan-angkatan lain yang lebih dewasa dan yang lebih muda sekalian, karena DC 08 yang tidak beres lah maka (menurut saya, yang ternyata dirasakan oleh teman-teman saya, serta adik kelas yang ikut berkomentar) membuat beberapa angkatan lain terlihat konyol dan justru tidak dewasa di depan adik-adiknya sendiri (ironis yah?). Atau mungkin terlihat KEREN di angkatannya sendiri?

Saya meminta maaf pada pihak yang merasa dirugikan, karena DC 08 lah maka ada yang bertindak seperti anak yang lagi ngambek. “Kalo lo ikut, gw ga ikut!” (yang begitu namanya ngambek kan?).

Lagi-lagi Saya meminta maaf, karena angkatan kami mengundurkan diri dari DC 08 (tentu karena ‘desakan’ dari pihak terkait) membuat ESENSI dari DEKAN CUP yang memiliki tujuan menyatukan semua angkatan menjadi TIDAK tercapai. (gimana mau disatuin, orang ga komplit!).

Saya juga meminta maaf, karena kesalahan kami pula beberapa angkatan jadi terlihat ketidak-GENTLE-annya (terutama di angkatan bawah) dengan ‘menginjak-injak’ angkatan kami di depan angkatan lain (terutama angkatan bawah, lagi)


-------
Technical Meeting Dekan Cup 2009.
-------
Mungkin hal yang paling SEDIH gw rasain di TM ini adalah, orang-orang yang udah gw anggep “kakak” sendiri. Jalan bareng, makan bareng, ketawa-ketiwi bareng, sampe ngomongin orang juga bareng, mendadak seperti orang yang tiba-tiba ga gw kenal. Mungkin bukan ga kenal lagi, tapi lebih seperti jaksa menuntut terdakwa. Sosok kakak yang gw harapkan bisa membantu adiknya dalam kesusahan justru menjerumuskan adiknya sendiri ke dalam lubang. Andai dari awal “kakak-kakak” itu sudah setuju dengan usulan PPDS. Mungkin 2006 masih dapat bermain di dalam DC walaupun menjadi partisipan, itu sudah sangat membantu. Tapi yang ada? (males gw jawabnya, jawab sendiri yah).

Jadi kadang gw berpikir,
“Apa gunanya gw kenal?”
“Apa gunanya gw deket sama dia?”
“Apa gunanya gw nganggep mereka sebagai kakak sendiri?” → (ini yg kadang bikin gw sedih banget.)
“Apa gunanya itu semua kalo pada akhirnya mereka ga nganggep kita sebagai saudara?”

Lalu gw membuat kesimpulan bodoh,
“Mungkin gw terlalu banyak berharap kepada mereka, terlalu menganggap apa yang gw rasain sama dengan apa yang mereka rasain.”

Dengan kejadian ini gw masih nganggep mereka sebagai kakak-kakak gw, sambil berharap mereka juga menganggap gw (kami, mungkin) sebagai adik (adik-adik) mereka. Tapi entah kapan.. Atau mungkin ga mungkin terwujud.

--------
BEBERAPA CUPLIKAN KEJADIAN
--------

[ketika pertanggung jawaban PJ Tenis]
Utok: “Sebelumnya, saya mau tanya dulu. Ini langsung dijabarin alasannya sekalian atau poin-poin kesalahannya aja?”

KAKAK: “YAH ALESANNYA JUGA LAHHHH!! GIMANA SIHHH?”

Utok: -lalu menjelaskan semua kesalahan-

KAKAK: “WOY! LANGSUNG KE POIN-POINNYA AJA! GA USAH DIJELASIN ALESANNYA!!”
(komen: konsistensi → minus!)

Utok: “Lho? Makanya saya tadi tanya kak”

KAKAK: “UDAH BURUAN, LAMA LO!”
(komen: mungkin baru sadar atau ga mau ketauan kalo dirinya ga konsisten)
-----------
Deryl: “Tapi esensi dari DC ini kan mempersatukan angkatan bang?”

KAKAK: “JUSTRU ANGKATAN LO SENDIRI YANG NGANCURIN!!”

(komen: makasih, udah ancur sekarang. Gara-gara siapa? Gara-gara angkatan gw bang! Semua emang gara-gara angkatan gw bang, Angkatan abang mah paling bener nomer satu di dunia tanpa cacat! Paling Top Coy! Jalanin DC lancar banget, ga kaya kita bang! Angkatan abang mah ga pernah bikin ancur, walaupun DC panas tapi ga ancur, bener kan kata-kata saya bang?)
--------------
KAKAK: “GW GA SUKA ADA PARTISIPAN, misalnya nih ya, kalo gw udah tau 2006 partisipan, ngapain gw susah-susah menang?”

(komen: kayak gini nih mental sportif? KALO EMANG SPORTIF, ga bakal punya pikiran kayak gitu! Tapi abang pasti sportif deh, mungkin waktu itu yang ngomong angkatan gw kali bang, angkatan yang bikin ancur angkatan lain)
-----------
Mengenai kejadian “Melempar”

(komen: silakan tanya ke angkatan lain yang melihat, keren abis!)
-----------

Kejadian lain? Kurang lebih sama kayak di atas.

Akhir kata, TERIMA KASIH BUAT SEMUA PIHAK YANG TELAH MENGAJARKAN DAN MENDUKUNG ANGKATAN 2006 AGAR ANGKATAN 2006 BERTAMBAH SOLID!

Dan maaf bila ada pihak yang merasa tersinggung, gw ga bermaksud, gw cuma curhat aja di blog ini. Mungkin didikan cara ini dianggap yang terbaik buat adik-adiknya. Semoga juga hasilnya yang terbaik. Amiin..

Sabtu, 2008 Oktober 11

Kentut Petaka

Kentut, siapa sih yang ga tau kentut? Ditembak lantai yang kena idung, itulah kentut. Kebetulan LTM gastro, gw ngebahas sedikit tentang flatus: gas yang berada di dalam traktus gastrointestinal (saluran pencernaan). Yang ga pengen tau bisa langsung lanjut ke paragraf 5.

Jadi, gas itu sebenernya bisa masuk ke dalam traktus gastrointestinal dari tiga sumber yang berbeda: (1) udara yang ditelan, (2) gas yang terbentuk sebagai hasil kerja bakteri, dan (3) gas yang berdifusi dari darah ke dalam traktus gastrointestinal.

Kebanyakan gas dalam lambung itu adalah nitrogen dan oksigen yang berasal dari udara yang ditelan, dan pada orang normal (yang ga normal minggiiir), kebanyakan udara ini dikeluarkan lewat sendawa. Cuma sebagian kecil gas yang ada dalam usus halus, dan banyak dari udara ini berjalan dari lambung masuk ke dalam traktus intestinalis. Buat tambahan, karbon dioksida dalam jumlah cukup juga sering timbul karena reaksi antara cairan lambung yang asam dan bikarbonat dalam cairan pankreas kadang-kadang terlalu cepat untuk membebaskan karbon dioksida yang diabsorbsi.

Lanjuuut.... Dalam usus besar, bagian terbesar dari gas berasal dari kerja bakteri, termasuk khususnya karbon dioksida, metana, dan hidrogen. Gas-gas tersebut terjadi bersamaan dengan jumlah yang bervariasi dari oksigen dan nitrogen dari udara yang ditelan. Nah, gas hasil fermentasi bakteri ini yang biasanya baunya itu memambukkan dan bikin ketagihan. Tapi menurut pengalaman gw, (gw cari di buku kedokteran blom nemu-nemu), ada ciri-ciri kentut lagi bau apa ngga. Salah satunya, kalo abis kentut trus ada sensasi hangat di pantat lo, biasanya itu kentut yang bau. Masalah bunyi atau ngga, gw masih menganggap itu kurang valid, soalnya bunyi atau ngga itu bisa lo atur sendiri dengan memanfaat musculus sphincter ani externus yang kalo ga salah itu emang bisa diatur sesuai keinginan lo (CMIIW, bnerin kalo salah). Nah, apalagi abis kentut, trus lo merasakan sensasi hangat ditambah massa hangat yang tiba-tiba keluar dan nemplok di kolor, itu baunya bisa nempel di kursi yang lagi lo tongkrongin. Atau biasa dikenal dengan istilah “cepirit”

Gw punya cerita oke banget nih tentang kentut. Waktu itu kamar depan (yang sekarang jadi kamar gw) adalah ruangan yg isinya sofa, meja komputer, dan pernak-perniknya. Ruangannya ga gede, jadi kalo kentut di situ maknyus banget deh. Pernah suatu saat perut gw emang lagi ga enak banget. Baunya juga lagi suegeeer beneeerrr. Tapi berhubung kentut sendiri, jadi ya no problem lah. Abis kentut, sedot dengan idung sendiri. Mantap! Kejadiannya selalu berulang, sambil internetan, gw kentut, trus sedooot.

Nah setelah beberapa siklus, kali ini kentutnya volumenya lebih banyak dari sebelumnya, baunya juga lagi hot-hotnya! Sueeeeer! Sampe gw sendiri aja kebauan!

-beberapa detik kemudian-

“Jegrek!” suara pintu kamar dibuka

Utok (dalem hati): “Buset, ini orang kaga tau apa lagi ada percobaan bunuh diri di ruangan tertutup”


-Ternyata eh ternyataaaaa, itu Oom gw yang masuk kamar! Oooohh NO!-


Utok: “Eh, Oom.. Kapan dateng Om?” sumpah, gw basa-basi abis!

Om: “hmm.., barusan” mungkin lagi nahan napas, jawabnya jadi seadanya..Sumpe dah! Gw kaga berani ngeliat mukanya!! Bukan ga berani, lebih tepatnya GA TEGA!


-gw lanjuin ngetik dan beberapa lama kemudian (dalam hitungan detik) dia keluar ruangan- *udah kaga sanggup gw rasa. Itu lagi puncak baunya!

.....................

Mana gw lagi sendirian di ruangan itu, jadi ga ada yang bisa gw jadiin tumbal. Masa gw bilang gini:

“Oom, printernya lagi agak bau nih tintanya”

“Akhir-akhir ini cuaca udaranya suka bau kentut yah om?”

“Oom, sumpah oom! Yang kentut dia!” (sambil nunjuk gambar jerapah di laptop)

Intinya, maap yah oom, bneran ga maksud kok!

Cerita tentang teman: Iwan dan Istrinya

Iwan itu punya nama lengkap Himawan Aulia Rahman. Punya banyak panggilan, mulai dari Hima, Himawari, Mawan, Wan, Si Jorok, dan Iwan (ini yang paling sering digunakan, tapi yang paling maksa menurut gw). Tapi salah satu panggilan yang paling terkenal adalah “Hewod”. Mungkin di FK ga ada yang manggil begitu. Soalnya nama ini cuma terkenal di Malang!, tempat dia tumbuh sampai akhirnya pindah ke Jakarta pas SMA. Apa itu Hewod? Di Malang itu terkenal dengan “asahab kilab” (mirip sama 70). Hewod → Doweh = Mangap.

Nah, gosipnya Iwan ini punya kegemaran membaca. Dari SD udah hobi banget ke perpus (SD!! Gilaa SD!). Ga heran kalo pengetahuan umumnya luas banget. Dia bisa tau letak-letak negara kecil dan ibukotanya di peta. Bahkan kalo main game tentang ibukota tiap negara bagian di AS dia jagonya, beneran dah! Gw yakin orang Amerika asli juga kalah sama Iwan.

Semenjak rumahnya melek internet, apalagi pakenya ADSL unlimited, bikin Iwan akhirnya resmi menikahi Mbak Internet ini (selanjutnya kita sebut Mbak Iin). Internet mungkin bagi Iwan bisa menggantikan perpus SD-nya dulu. Tempat buat mengunduh jurnal kesayangan, ataupun yang lain-lain. Iwan tahan banget pacaran sama Mbak Iin berjam-jam, apalagi kalo libur! Dan liburan kemaren ini dia nongkrongin internet mungkin ngalah-ngalahin lemburnya penjual kaos pas dapet orderan pilkada, sampe akhirnya bisa dibilang dia Gudang Gosip, bukan Biang Gosip. Karena dia hampir tau (mungkin tau semua) tentang gosip-gosip terbaru yang sedang beredar. Udah gitu kebanyakan gosipnya itu valid!

Mengenai istrinya, ada cerita menarik, waktu itu di kampus lagi jaman baru-barunya “Senat-Wireless”. Koneksi internet nirkabel yang bisa diakses di sekitar ruangan senat dan ruang-ruang sekitarnya (TBM, LPP, BPM, BFM, FSI, dll). Terobosan baru ini tentu disambut girang oleh mahasiswa FKUI, terutama Mas Mawan ini, gosipnya sampe termehek-mehek denger kabar ini. Pernah seharian dia bermesraan dengan Mbak Iin di ruang senat. Bener-bener seharian! Sampe pada akhirnya waktu Solat Maghrib waktu itu udah mau abis.


Utok: “Wan, da solat blom wan?”

Iwan: “Blom blom.. Bentar lagi”

-Masih pacaran sama istrinya-

....................................

-Beberapa lama kemudian-

Utok: “Woi wan, keburu abis lho wan maghribnya”

Iwan: “Hmmm.. Iya, iya..”

-Masih mangku laptop-
....................................

-Beberapa lama kemudian-

Gw ketik di facebook chat buat iwan: “wan, solat wan!”

Tidak disangka-sangka! Dia langsung bangun, ngambil wudhu, dan Solat! Ternyata dia hanya patuh kalo diperintah melalui istrinya alias Mbak Iin alias Mbak Koneksi binti Internet.
Ckckck.. bener-bener suami yang patuh istri, mungkin akan segera membentuk geng bersama Haykul yang penurut pada istri juga.

Jumat, 2008 Oktober 03

Lebaran dan Kolang-kaling

Tahun ini lebaran keluarga gw juga ga komplit, Kalo taun lalu kakak kedua gw masih kuliah di ostrali, sekarang giliran kakak gw yang paling tua cabut, judulnya sih keren.. Ikut pertukaran pelajar ke Finland, tapi kalo liat foto-foto facebook-nya isinya eurotrip doang. Sial! Bikin iriii!

Lebaran tahun ini kurang lebih sama kayak tahun-tahun biasanya. Banyak hal-hal yang rutin tiap taun terjadi. Contoh: salaman pilu, atau gw sebut, Salaman Hampa Tanpa Balas (SHTB). Hal ini pastiiiiiiii aja gw alamin tiap taun. Tangan udah menjulur kayak penari ular macemnya si Icha, trus udah pasang senyum maksimal-mal-mal, tapi orang yang diajak salaman malah salaman sama orang lain! Kalo ga, dia ga ngeliat kita karena sibuk ngobrol sama orang lain. Esmosiiii... Tapi ini belom seberapa, yang bikin ngenes tuh kalo ada yang ngeliat / memergoki (caelah bahasanya) kita sedang tertimpa musibah SHTB ini. Seolah di dalem pikiran mereka “iiiih.. Kasian amat tuh anak dicuekin, anak siapa sih? Jangan deket-deket ah..”.

Tapi setelah pengalaman bertahun-tahun yang memilukan, gw jadi punya beberapa tips buat menghindari SHTB terjadi (padahal gw jarang lakuin). Memanggil nama orang yang bersangkutan biasanya cukup ampuh, tapi jangan coba-coba lakuin pada sodara jauh yang lupa namanya, malah bisa fatal kalo salah sebut. Sebenernya tampil mencolok juga salah satu tips, dengan tampil mencolok lo bisa jadi pusat perhatian dan ga bakal dicuekin. Dengan menggunakan koteka bentuk kembang atau bintang bisa jadi pilihan.

Gw dari pas mau berangkat solat Ied aja gw udah mengalami hal ga enak. Ankle gw yang lagi ga enak bodi jadi korbannya. Begitu keluar dari kamar mandi, tiba-tiba kaki kanan gw, Srooooot!! gw kepleset aja gitu looooh.. Plis! Ini ankle sprain yang udah agak mendingan jadi sakit lagi. Mana yang jadi tumpuan pas kepeleset kaki kiri gw (yang sakit). Pincang lagi deh pas solatnya. Hiks!

Selesai solat, berkujunglah ke tetangga sebelah rumah, yaitu tempatnya Pak Haji Amin. Rumah gw ga ada pembantu, jadi pas di tempat Pak Amin, nyokap tinggal di rumah sambil nungguin tamu yang dateng. Baru sebentar di rumah Pak Amin, bokap pamit, bilangnya mau gantiin nyokap. Tapi yang ada, nyokap ga dateng-dateng! Curiganya mereka malah tertahan oleh tamu-tamu yang datang ke rumah. Jadi yang sisa di rumah Pak Amin tinggal tiga bocah kecil macemnya gw, kakak gw, dan adek gw. Sambil memecah kebisuan (karena bingung mau ngobrol apa lagi), kakak gw membuat topik pembicaraan KOLANG-KALING! (ternyata Bu Amin, sebelumnya pernah ngirim kolang-kaling ke rumah gw). FYI, gw baru bisa makan kolang-kaling tuh beberapa tahun terkhir ini, inget! Gw BISA, bukan gw DOYAN!

Kakak: “bu haji, kmaren kolang-kaling yang dikirim enak banget lho”

Gw+adek: Manggut-manggut aja sambil mikir: “hmmm.. emang ada kolang-kaling yah di rumah?”

Bu Haji: “wah.. alhamdulillah deh, itu kolang-kalingnya aslinya warnanya ga bagus. Jadi bu haji kasih Panta (Fanta) biar merah..” (kolang-kaling yang kmaren dikasih tuh warnanya merah fanta)

Kakak: “oh, gitu.. enak kok bu..”

Berasa di surga, lagi ngomongin kolang-kaling, tiba-tiba dateng deh anaknya bu haji sambil bawa kolang-kaling, pas! tiga piring. Kolang-kalingnya enak. Tapi ini banyak banget! Satu piring kolang-kaling buat diabisin sendiri! Nah, ini dia! Mulut kakak gw ternyata mempunyai imbas yang ga enak buat gw dan adek gw (tentu ke kakak gw sendiri). Karena kakak udah bilang enak banget dan gw+adek mengamininya dengan manggut-manggut, jadilah tanggung jawab kami untuk menghabiskan kolang-kaling itu. Di tengah perjuangan berat ngabisin kolang-kaling.

Bu haji ngomong, “Mau tambah?”

Kakak: “oh, udah cukup. Kan di rumah udah ada” sambil ngeles

Gw+adek: geleng-geleng (kali ini kapok manggut-manggut)

Sampe rumah, ga ada napsu makan ketupat (padahal dari malem lupa makan gara-gara ketiduran). Kenyang KOLANG-KALIIIIIIIIIIIIIING!

Selasa, 2008 September 30

Cerita tentang teman: Haykal dan Cabut Kuliah

TM Haykal Putra, atau biasa dipanggil haykul, kulkul, atau yang paling normal: Haykal. Dia ini bibit unggul hitam asal Aceh yang punya pacar Syahniar Mukmina atau biasa disebut Dedey yang putih banget. Sampe dibilangin gini sama dr. Gondo, “Eh, ntar kalian nyampurnya yang bener lho kalo ga mau anaknya jadi Zebra!!”. Dedey dan Haykal adalah Seksi Pendidikan Angkatan dan termasuk orang-orang ber-IP tinggi di FKUI. Mereka pas tingkat 1 ber-IP di atas 3,9.

Dedey, (pake Y, biar hoki katanya) ini punya pengaruh kuat terhadap Kulkul, dan parahnya Dedey tergabung dalam kelompok yang dibentuk oleh orang-orang yang malah bukan anggotanya, yaitu “triple trouble” (TT), bersama saudara kembarnya Kaka (ga pake K di akhir, biar hoki juga katanya), dan Narisa a.k.a Ncas (jangan pernah tanya kepanjangan NCAS kalo pgn masih hidup bahagia di bumi). Kancah TT dalam hal menimbulkan masalah ini udah ga perlu diragukan, kalo Tora Sudiro boleh ngomong, “Gue pake Rider, Rider Adem Bener!” (cukup nyambung kan?)

Balik ke cerita Haykal, entah ide dari mana, peserta unggulan olimpiade asal Aceh ini ngajak gw dan fadhil buat cabut kuliah dan main kartu di ruang senat. Gw sih iya-iya aja. Kuliah mulai jam 13.00. Saat itu jam menunjukkan beberapa menit sebelum Jam 1. Haykal yang udah pegang kartu mulai masuk ruang senat diikuti gw dan fadhil. Kita mulai duduk lesehan dan ngocok-ngocok kartu. Ga lama kemudian pintu senat dibuka oleh seonggok makhluk,

Dedey: “Kal! Ayo kuliah..”
Haykal: Diem sejenak, yang tadinya ngocok kartu juga jadi diem “Hmmm..Iya dey bentar, tek-in tempat dulu deh”
Dedey: “Ayo ah kal!”
Haykal: Sambil ngomong ke gw dan fadhil “Eh, kuliah aja yuk!”

Beda Gokil dan Gila

Gokil asal kata dari Gila. Ini adalah bahasa Preman (Prokem). Prosesnya?

Asal kata: Gila → mengalami pemotongan → Gil → diselipin huruf OK (masih misterius asal-usul huruf OK ini) → G+ok+IL → GOKIL

Contoh lain: Berak → Ber → B+ok+ER → BOKER

Dan begitu seterusnya.. Bingung gw tau dari mana? Gw tau rumus ini diajarin Nyokap gw. Ckckck.. Hebat kan?


Nah walaupun GOKIL berasal dari kata GILA, yang memiliki arti sama (seharusnya), tapi ga begitu praktik di lapangannya. Gokil lebih diartikan sebagai GILA yang hebat (hebat di sini bukan superlatif) maksudnya, Gila yang KEREN! Sedangkan kata Gila sendiri sering diartikan sebagai GILA gangguan jiwa.

Contoh:
“Dokternya gokil banget, masa dia bisa makan ga tidur 50 jam!” → biasanya mengandung arti: dokternya hebat banget, dia bisa ga tidur 50 jam

“Dokternya gila banget, masa ngasih tugas kayak begini” → dokternya sakit jiwa

Contoh lain:

Pembicaraan wajar dan menggunakan kata Gila dan Gokil pada tempat yang benar:

“Eh, gimana rasanya jaga pertama di bangsal psikiatri?”
“Wah, di sana banyak banget yang gila”

Penggunaan kata yang kurang wajar didenger:

“Eh, gimana rasanya jaga pertama di bangsal psikiatri?”
“Wah, di sana pasiennya gokil-gokil” → hebat2 / asik2


~ga guna banget yah tulisan kali ini..